Sabtu, 16 Juni 2012

Harapan


HARAPANKU

Hal yang paling indah adalah saat aku bertemu dengannya.
Dialah malaikat cantik.
Dialah bidadari yang diutus dari alam surga untuk menuntunku berubah menjadi yang terbaik.

Terima kasih, ku ucapkan kepada  L**A  MELYA**
Tanpamu, mungkin aku telah mati dan takkan pernah mengenal akan kebaikkan.
Karena mu, aku mengenal cinta yang tulus, bukan nafsu.
Karena mu, aku mengerti akan arti setia dalam satu cinta.
Karena mu, aku dapat merasakan aliran cinta yang tulus dari dalam hati.
Karena mu pula, aku dapat berubah dan merubah semua perilaku burukku, serta menjadikanku manusia yang berhati.
Dan masih banyak lagi, engkau akan selalu ku ingat sepanjang hidup ku.

“Engkaulah malaikat ku yang cantik”

Hatimu begitu indah, baik, dan suci, bagaikan sebuah kertas putih yang belum ternodai oleh cairan tinta kejahatan.
Matamu memancarkan sinar-sinar yang meluluhkan hatiku.
Di setiap sinar-sinar itu, aku melihat dan merasakan aliran-aliran cinta ke dalam hatiku.
Aliran tersebut menerobos masuk ke pintu dan dinding hatiku secara paksa, serta menancapkan ratusan hingga ribuan nama mu yang terbungkus cinta dengan rapi dan indah.
Membuatku tak bisa mendua, karena aku tak mampu untuk mencabutnya satu persatu.
Suaramu merusak indera pendengaran ku hingga membuatku hanya dapat mendengar suara-suara cinta dan sayang dari mulut mu.
Hembusan nafasmu membunuh dan menghentikan aliran darahku.
Membuatku mengerti bahwa kau mencintai ku dengan tulus dari hati mu.
Senyum mu membutakan mata ku, membuatku hanya dapat mencintai mu.

“Kaulah bidadariku yang manis”

Aku tak tahu sampai kapan aku dapat berhenti mencintaimu.
Sampai detik ini, aku tak mampu untuk melupakanmu.
Bayangan mu selalu menghantuiku.
Wajah mu selalu hadir dalam mimpi ku.
Nama mu selalu teringat dalam hati ku.
Diri mu selalu hadir dan menyadarkan ku dari lamunan.
Suara mu selalu terngiang di telinga ku.
Sentuhan tangan mu masih ku rasakan.

Aku berharap kita dapat bersama selamanya.
Untuk selamanya.
Dan selamanya.
Aku juga berharap hati kita dapat bersatu untuk selamanya.
Dan untuk selamanya.
Meski ku tahu, itu hanyalah sebuah mimpi.
Mimpi yang belum tentu menjadi nyata.
Mimpi yang selalu ada dalam hati.
Pepatah lama berkata, “Nyatakanlah mimpi-mimpi mu”.
Namun, apakah mimpi tersebut bisa menjadi nyata?
Apakah aku dapat meraih mimpi tersebut?
Dan, apakah Tuhan mengizinkan ku untuk meraih mimpi tersebut menjadi sebuah kenyataan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar