HARAPANKU
Hal yang
paling indah adalah saat aku bertemu dengannya.
Dialah
malaikat cantik.
Dialah
bidadari yang diutus dari alam surga untuk menuntunku berubah menjadi yang
terbaik.
Terima
kasih, ku ucapkan kepada L**A MELYA**
Tanpamu,
mungkin aku telah mati dan takkan pernah mengenal akan kebaikkan.
Karena mu,
aku mengenal cinta yang tulus, bukan nafsu.
Karena mu,
aku mengerti akan arti setia dalam satu cinta.
Karena mu,
aku dapat merasakan aliran cinta yang tulus dari dalam hati.
Karena mu
pula, aku dapat berubah dan merubah semua perilaku burukku, serta menjadikanku
manusia yang berhati.
Dan masih
banyak lagi, engkau akan selalu ku ingat sepanjang hidup ku.
“Engkaulah malaikat ku
yang cantik”
Hatimu
begitu indah, baik, dan suci, bagaikan sebuah kertas putih yang belum ternodai
oleh cairan tinta kejahatan.
Matamu
memancarkan sinar-sinar yang meluluhkan hatiku.
Di setiap
sinar-sinar itu, aku melihat dan merasakan aliran-aliran cinta ke dalam hatiku.
Aliran
tersebut menerobos masuk ke pintu dan dinding hatiku secara paksa, serta
menancapkan ratusan hingga ribuan nama mu yang terbungkus cinta dengan rapi dan
indah.
Membuatku
tak bisa mendua, karena aku tak mampu untuk mencabutnya satu persatu.
Suaramu
merusak indera pendengaran ku hingga membuatku hanya dapat mendengar
suara-suara cinta dan sayang dari mulut mu.
Hembusan
nafasmu membunuh dan menghentikan aliran darahku.
Membuatku
mengerti bahwa kau mencintai ku dengan tulus dari hati mu.
Senyum mu
membutakan mata ku, membuatku hanya dapat mencintai mu.
“Kaulah
bidadariku yang manis”
Aku tak
tahu sampai kapan aku dapat berhenti mencintaimu.
Sampai
detik ini, aku tak mampu untuk melupakanmu.
Bayangan
mu selalu menghantuiku.
Wajah mu
selalu hadir dalam mimpi ku.
Nama mu
selalu teringat dalam hati ku.
Diri mu
selalu hadir dan menyadarkan ku dari lamunan.
Suara mu
selalu terngiang di telinga ku.
Sentuhan
tangan mu masih ku rasakan.
Aku
berharap kita dapat bersama selamanya.
Untuk
selamanya.
Dan
selamanya.
Aku juga
berharap hati kita dapat bersatu untuk selamanya.
Dan untuk
selamanya.
Meski ku
tahu, itu hanyalah sebuah mimpi.
Mimpi yang
belum tentu menjadi nyata.
Mimpi yang
selalu ada dalam hati.
Pepatah
lama berkata, “Nyatakanlah mimpi-mimpi mu”.
Namun,
apakah mimpi tersebut bisa menjadi nyata?
Apakah aku
dapat meraih mimpi tersebut?
Dan,
apakah Tuhan mengizinkan ku untuk meraih mimpi tersebut menjadi sebuah
kenyataan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar